Bahagia Menjadi Bunda

Jika kita ingin didengar, maka kita juga harus belajar mendengarkan, jika kita ingin anak berubah maka kita sendiri juga harus merubah diri kita.

Karena anak adalah cerminan orangtua, perilaku anak adalah apa yang selama ini ia pelajari dari orangtuanya.Itulah pembelajaran yang kuperoleh selama ini dalam membesarkan anak anakku,

“Sebelum mengasuh anak, berdamai dulu dengan masa lalu, karena semua anak itu terlahir baik, orangtualah yang merusaknya,”.Yang dimaksud “merusak” adalah, terkadang orangtua hanya memaksakan kehendaknya kepada anak, tanpa berusaha memahami keinginan si anak.

“Tanpa kita sadari, terkadang apa yang kita terapkan kepada anak kita adalah apa yang dulu diajarkan oleh orangtua kita, ”

Padahal, setiap anak memiliki zamannya, apa yang dulu diajarkan kepada kita belum tentu cocok dan relevan di zaman anak kita.Namun, untuk bisa sampai pada proses memahami semua itu,

belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan anaknya.

“Sebenarnya, untuk bisa menghadapi anak kita perlu berkomunikasi dengannya, pahami apa yang diinginkannya dan berusahalah menjadi dirinya, ”

dengan cara itu kita akan lebih memahami keinginan anak, melakukan negosiasi dan akhirnya bisa “mengendalikan” keadaan.

Namun sebelum sampai pada tahap memahami anak, ibu harus terlebih dulu mengenal dan memahami dirinya.

Biasanya mereka menggelar kegiatan bersama buah hati di taman – taman kota.Melalui kegiatan dongeng, eksperimen sains dan bermacam-macam kegiatan yang melibatkan ibu dan anak.

Mari bersama-sama menjadi agen perubahan di dalam keluarga dan masyarakat, dengan pola mengasuh yang tepat.

Karena anak-anak adalah agen perubahan bangsa, dan untuk itu maka ibu-ibu harus tahu cara mendidik dan mempersiapkan mereka agar menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *