Bayi Tabung

Dalam perkembangan akhiri akhir ini , semakin banyak permintaan dari pasangan untuk melakukan bayi tabung.

Intra-Cystoplasmic Semen Injection (ICSI) atau lebih di kenal dengan Bayi Tabung. Atau yang juga di kenal rekayasa mediknya dengan sebutan In-Vitro Fertilization (IVF) Arti dari in-vitro adalah ‘dalam tabung (gelas)’

Jadi, bayi tabung adalah teknik reproduksi bantuan yang dihasilkan melalui proses mempertemukan  sel telur dengan sperma di dalam tabung laboratorium atau cawan petri kemudian dimasukkan kembali ke dalam rahim wanita.

Program bayi tabung adalah salah satu cara medis atau nontradisional untuk hamil, bagi para pasangan yang diketahui mengalami infertilitas.

  • Akan tetapi proses bayi tabung yang panjang dan melelahkan sering kali menguras banyak energi dan emosi.
  • Program bayi tabung biasanya dianjurkan bagi pasangan mengalami masalah kesuburan berikut:
  • Gangguan ovulasi yang menyebabkan berkurangnya produksi sel telur
  • Kualitas sperma berkurang
  • Endometriosis
  • Kegagalan program hamil secara alami maupun inseminasi buatan
  • Saluran tuba falopi rusak atau tersumbat
  • Berbagai masalah lain yang tidak diketahui secara jelas sehingga diputuskan IVF adalah satu-satunya cara untuk hamil
  • Mempunyai risiko penyakit keturunan
  • Keinginan pasangan secara sadar

Ini Beberapa Persyaratan yang harus di penuhi untuk menjalani program Bayi Tabung

  • Pasangan suami istri sah dengan umur pernikahan minimal 12 bulan atau lebih, dengan frekuensi berhubungan intim secara rutin namun belum memiliki keturunan
  • Usia yang paling ideal untuk istri adalah antara usia 30–35 tahun, namun tidak menutup kemungkinan bagi yang berusia maksimal 43 tahun meskipun peluang keberhasilannya cenderung menurun
  • Kondisi pasangan sehat baik fisik maupun kejiwaan sehingga peluang keberhasilan maksimal dapat tercapai
  • Mendapatkan bimbingan konseling program bayi tabung (IVF) dan menjalani proses pemeriksaan fertilitas

Proses bayi tabung umumnya memakan waktu sekitar empat sampai enam minggu, termasuk empat langkah berikut yang harus dijalani para pasangan untuk menyelesaikan satu siklus Proses Bayi tabung

Beberapa hal yang akan di jalani selama proses Bayi Tabung

Stimulasi ovarium atau superovulasi

Setelah mengikuti rangkaian tes kesuburan, wanita yang menjalani program bayi tabung awalnya diberi obat kesuburan yang merangsang ovarium untuk memproduksi jumlah sel telur matang lebih banyak dan Selama proses tersebut, sel telur dipantau dan diteliti untuk mendapatkan sel telur berkualitas yang siap dibuahi.

  • Pengambilan sel telur (ovum pick-up)

Pada tahap ini, dilakukan penyedotan sel telur yang telah matang dari indung telur (ovarium). Prosedur ini dilakukan dalam pembiusan, karena penyedotan telur dilakukan menggunakan jarum mikroskopis melalui USG transvaginal.

  • Pembuahan secara in-vitro

Pengambilan sperma dilakukan secara alami atau melalui bedah kecil (vasektomi).

Sperma disuntikkan ke dalam sel telur yang sudah ditempatkan di dalam tabung laboratorium atau cawan petri yang mengandung media cairan nutrisi khusus dan telah diinkubasi

Dalam proses ini, sekaligus disuntik beberapa sel telur, masing-masing dengan satu sperma.

  • Pemindahan embrio (embrio transfer)

Sebelum pemindahan embrio, dilakukan seleksi embrio yang paling bagus untuk ditanam kembali ke dalam rahim sang ibu pada hari ketiga hingga kelima sejak pengambilan telur.

Sisa embrio lainnya, jika ada, dapat dibekukan dan digunakan untuk siklus IVF berikutnya.

Tergantung pada usia dan hasil diagnosis sang ibu, dokter akan menanamkan satu hingga lima embrio dalam rahim dengan memasukkan tabung tipis (kateter) melalui leher rahim.

Prosedur ini akan menimbulkan kram ringan namun sama sekali tidak nyeri, sehingga tidak perlu pembiusan.

Jika berhasil, embrio yang ditanamkan pada dinding rahim akan terus berkembang menjadi bayi.

karena lebih dari satu embrio yang ditanamkan, peluang untuk hamil akan lebih besar, demikian juga peluang memiliki bayi kembar.

Jadi, IvF juga salah satu alternatif bagi mereka yang ingin menjalani program bayi kembar. Sekitar 20 persen bayi yang lahir melalui program bayi tabung melahirkan bayi kembar dua, tiga, atau bahkan lebih.

 Tingkat keberhasilan

Perlu diingat bahwa proses bayi tabung ini tidak akan berhasil 100%. Tingkat kegagalannya cukup tinggi, sekitar 60-70%. Pada dasarnya, semakin meningkat usia wanita, maka akan semakin kecil peluang keberhasilan program bayi tabung.

Berikut adalah berapa kegagalan program Bayi tabung

  • Risiko mengalami keguguran
  • Risiko hamil kembar, karena embrio yang ditanamkan lebih dari satu
  • Kelahiran prematur dengan bayi berbobot rendah
  • Kehamilan ektopik atau di luar rahim
  • Bayi lahir dengan cacat fisik
  • Stress akibat proses bayi tabung yang menguras tenaga, emosi, dan biaya
  • Sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi kegagalan program bayi tabung di antaranya:
  • Usia wanita di atas 40 tahun
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dan kafein, penggunaan narkoba, dan lain sebagainya
  • Obesitas yang berisiko mengakibatkan kelainan bawaan pada janin
  • Adanya kista, polip, atau mioma
  • Adanya infeksi rongga panggul
  • Kelainan kekentalan darah
  • Komplikasi akibat penyakit kronis
  • Kualitas embrio tidak bagus karena kelainan kromosom

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan persiapan bayi tabung supaya berhasil, dengan mengubah gaya hidup dan melakukan tes kesuburan agar mencapai keberhasilan yang optimal.

Perkiraan biaya bayi tabung

Dengan meningkatnya jumlah pasangan yang menjalani program bayi tabung (IVF) dan disertai tingkat keberhasilan yang cukup besar, banyak rumah sakit di Indonesia mulai mengembangkan program tersebut.

Memang biaya untuk Bayi tabung ini sangat mahal bagi sebagian kalangan , Namun kini beberapa klinik dan rumah sakit mulai bersaing menawarkan program bayi tabung dengan harga kurang dari Rp 50 juta, bahkan Rp 15 juta.

Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan setelah lama tidak dikaruniai keturunan, apakah Anda mempertimbangkan untuk melakukan program bayi tabung?

di Persembahkan oleh segerahamil.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *